Sumber: Uncle Gugel


Entah pukul berapa malam—aku tak begitu ingat—seseorang membangunkan tidurku. Herannya, ketika aku membuka mata, tak ada siapa-siapa. Tidak juga kau yang kerap menggelimuni mimpi-mimpiku. Aku mendesah sejenak. Jenak berikutnya, sesuatu membasuh hatiku.
           
Rindu!

Punya Gue

Salam Ramadhan….
            
Lama sudah rasanya aku tidak posting tulisan di blog ini. Bukan karena sibuk atau semacamnya, tapi semata-mata karena kemalasan, wkwk. Bagaimana puasanya Kawan? Lancar? Betapa syukurnya aku—Kawan-kawan semua juga tentu saja—karena kembali bertemu dengan bulan suci ramdhan. Bulan yang berlinang-linang keberkahan.
             
By the way, bicara soal keberkahan, rasanya Allah telah memberiku salah satu berkahnya di antara sekian banyak berkah yang Dia berikan. Berkah itu berupa


Selama ini, hari-hari Naira bisa dibilang biasa saja. Yang membuatnya sedikit berbeda adalah kehadiran Diba, sahabatnya yang selalu ada di saat senang ataupun susah. Namun, semua itu berubah sejak Aji menjadi bagian dari hidupnya.

Aji membuat Naira lebih percaya diri untuk mulai mewujudkan impiannya setahap demi setahap. Aji juga yang memperkenalkan Naira pada cinta yang penuh dengan warna. Ya, mereka saling jatuh cinta. Mereka bahagia dan mereka saling terikat satu sama lain.